Seorang teman, dia adalah pengusaha yang cukup sukses, tapi tidak dalam forex. Forex mungkin sebuah tragedi. Dia memiliki kebiasaan untuk tidak memasang parar a perda, dan memang semua lucro telah tersentuh. Dari pengalaman demi pengalaman yang lucro terus trading forex tanpa stop loss, sehingga timbullah kepercayaan diri untuk trading tanpa menggunakan stop loss. Dan kejayaannyapun tidak berjalan lama, sekarang, sudah hampir 2 dias por dia terus-terusan depósito dana ke akunnya, karena apa. Karena takut margem chamada akan menjadi stop loss nya. Dan tentu saja, keadaan minus dia semakin membengkak, dan kalau dia keluar dari pasar, pasti akan menanggung kerugian yang besar, untuk mencegah hal tersebut, dia terus-terusan menyuntikan dananya untuk menahan supaya margem chamada tidak terjadi. Untungnya dia mempunyai usaha yang cukup sukses untuk bisa terus-terusan menyuntikkan dana ke akun forex nya. Kebanyakan pemula membenci stop loss. Kebanyakan dari mereka hanya memasang Target Said lucro. Dulu trocadilho saya pernah melakukannya, dan ternyata itu adalah sebuah keputusan yang salah. Memang benar, tanpa stop loss, seringkali target profit tercapai, tapi sampai kapan hal itu bisa terjadi Ketika lucro alvo tidak tercapai, maka kerugian besar akan terjadi, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kebangkrutan. Pare a perda adalah sebuah pengaman dari modal. Ketika seorang comerciante salah arah, maka parar de perder akan mengamankannya dari kerugian yang lebih besar. Saya kira hampir semua trader tahu akan pentingnya memasang parar perda, tapi kenapa kebanyakan tidak menghiraukan akan pentingnya parar de perder Pernahkah berpikir seperti ini: Stop loss saya sering tersentuh, padahal saya sedang pada arah yang benar, kalau saja saya tidak memasang parar perda atau kalausaja parar Perda saya pasang lebih longgar, pasti target profit saya sudah tercapai. Atau pernah juga mengalami ini: Waduh. Untung saja saya pake Stop Loss, kalau tidak. Amblas deh. Turunnya curam bangeut. Stop loss yang terlalu panjang atau stop loss yang terlalu pendek, bukanlah stop loss yang ideal, lalu yang mana yang ideal Inilah dia masalahnya. Secara extrim saya katakan Trading forex adalah seni memasang parar perda pada harga tertentu di waktu tertentu, dalam kondisi tertentu, dan dengan money manajemen tertentu pula. Tidak heran, comerciante profissional Alexander Elder pernah menulis sebuah alinea dalam bukunya yang kalau saya artikan secara bebas. Pasanglah pára a perda dan biarkan harga bergerak bebas. Uau. Saya kira ini adalah hal yang aneh bagi para pemula yang senantiasa memasang Target Profit dan membiarkan harga bergerak bebas, walaupun dalam keadaan menos yang besar yang entah kapan harga akan berbalik, atau mungkin harga tidak akan pernah berbalik sebelum dia keluar dari pasar Ketika para amatir sibuk Memperkirakan Take Profit, para o profesional sibuk menentukan stop loss yang tepat. Pare a perda haruslah lebih kecil dari Target Beneficio. Mungkin Anda berpikir, kalau parar de perder lebih kecil dari Target Beneficio, sering kena dong parar a perda de nya. Ya Betul. Pare de perder akan sering kena apabila Anda memasuki passando por secara gegabah (jogo). Lalu bagaimana supaya interrompe a perda bisa dipasang lebih kecil daripada lucro alvo. Disini perlu kesabaran untuk menunggu saat-saat yang tepat, dimana pergerakan harga dalam direksi naik atau turun, diperkirakan Take Profit-nya lebih besar daripada Stop Lossnya. Apabila diperkirakan aproveita sama stop lossnya sama, pare de negociar. Apabila diperkirakan aproveita a perda do lucro, a ordem do pasang. Apabila diperkirakan toma o lucro lebih kecil dari stop loss, pasang order yang berlawanan. Pemahaman akan titik apoia a tabela de resisten pada, dan level-level psikologis massa bisa membantu dalam menentukan stop loss. Carilah kondisi yang posisi pára a perda nya lebih kecil. I acho que eu olho um pouco diferente. Eu olho para o gráfico e usando a resistência de apoio Eu determino o tamanho em pips do meu SL. Como sei o risco que estou disposto a aceitar, posso determinar o tamanho do meu lote. Por exemplo, se os gráficos disseram que vai com um SL de 50 pipes e estou usando 2 riscos (digamos que isso funciona exatamente para um exemplo de 1 lote). Se os gráficos, no entanto, disseram que iam com um SL de 100 pip e eu ainda estava usando 2 riscos, então o cálculo acabaria com 0,5 lotes em vez disso. Além disso, isso variará com base no TF que você está negociando. Daily TF terá SL de 100 pips ou mais, enquanto os scalpers M1 podem ter SL de 20 pips max. Então, base SL no SampR. Calcular o tamanho do lote com base nos pips medidos e arriscar e depois entrar no comércio. Algumas pessoas vão fazer isso para trás e calcular o SL com base no tamanho do lote. Nunca faça isso ... o gráfico diz-lhe onde colocar o seu SL .. pode estar atrás de um Big Round Number. Atrás de um alto anterior, etc. Depois de fazer isso, você ainda está arriscando o que queria arriscar, mas há uma menor probabilidade de ser retirado. Junte-se a janeiro de 2008 Status: Membro Inercial 2.298 Posts Eu entendo a importância de parar a perda porque nos separa do comércio e livre do fator de medo, mas eu sempre estou confuso para decidir o que é o shud seja a perda de parada, por favor, conselho sobre a base de que você decide Para colocar a perda de parada.
No comments:
Post a Comment